Breaking News

Motivasi dari Dalam Mimpi

Motivasi dari Dalam Mimpi
Senin, 15 Juni 2015 - 28 Sya'ban 1436 H
  

   'Ga gue semalam mimpi mamak dan bapak' kata kakak saya. 'Tentang apa?' Jawab saya acuh ga acuh. Saya pikir mimpi kangen biasa, maklum saja semenjak ditinggal orangtua kami, selalu terbersit rasa rindu, termasuk saya sendiri.

   'Kita berempat sedang menaiki lift menuju lantai atas'. Berempat itu maksudnya 4 kakak adik, kakak saya 2, abang satu dan saya anak terakhir.

'Pintu lift terbuka, dan kita melihat kerumunan orang banyak' sambung kakak saya lagi.

   'Di depan sana, di bagian tengahnya ada bapak dan mamak. Bapak muda banget, melebihi muda Rino (abang saya yang berusia 35 th), kurus (kebetulan bapak saya badannya besar seperti saya sekarang), keren dech. Dan anehnya putih kulitnya (bapak saya berkulit gelap). Dan mamak cantik banget. Bersahaja, berjilbab, muda, bermahkota dan tersenyum manis ke arah kita.'

Saya tersentak mendengar kata 'mahkota'. Mahkota? Tanya saya.

'Iya' jawab kakak saya. 'Bercahaya kah mahkotanya?' Tanya saya cepat.

  'Ruangan itu putih banget, tapi mahkota mamak bercahaya melebihi cahaya matahari dan silau mengalahi putih ruangan' jawab kakak saya lagi.

   Tertegun saya, dan terdiam sejenak. Tanpa sadar air mata menetes. Allahu Akbar! Apakah ini simulasi dari Allah atas do'a dan harapan saya selama ini dan hingga detik ini?

   Bagi yang ngeh akan postingan saya akhir-akhir ini, tentu masih ingat akan postingan tahsin dan seputar ilmu Al Qur'an.

   Alasan saya sederhana, ingin menerapkan sambil jalan ilmu yang sedang saya pelajari. Dan bahkan saya 'bukukan' dalam blog khusus http://ngaji-tahsin.blogspot.com

   Seiring jalan, banyak mengetahui fadhilah dari mempelajari Al Qur'an kian memotivasi saya. Dan ada satu hadist yang bikin saya semangat selalu, hingga menjadi tagline untuk blog saya yang khusus ngaji tahsin; 'Memberikan Mahkota Cahaya Kepada Orang Tua'.

   Berasal dari hadist; "Barangsiapa yang belajar Al Qur'an dan mengamalkannya akan diberikan kepada kedua orang tuanya pada hari Kiamat Mahkota yang cahayanya lebih indah dari cahaya matahari. Kedua orang tua itu akan berkata "mengapa kami diberi ini? Maka dijawab, "Karena anakmu yang telah mempelajari Al Qur'an." (Abu Dawud, Ahmad dan Hakim)

   Allahu Akbar! Saya tidak mengerti kenapa bisa 'nyambung' cita-cita terbesar saya dengan mimpi kakak itu. Padahal, cerita tentang cita-cita pun saya belum ke kakak saya itu.

   Tapi yang pasti, membuat saya terharu dan membuncahkan air mata setiap saya mengingat cerita saya, bahkan saat mengetik saat ini.

  Saya percaya mimpi baik datang Allah, dan saya percaya mimpi orang Mukmin merupakan satu ciri kenabian.

   Dari Anas dan Ubadah bin Ash Shamit ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Mimpi orang beriman itu merupakan seperempat puluh enam dari kenabian.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Turmudzi dan Abu Daud)

صحيح البخاري ٦٤٧٣: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ وَرَوَاهُ ثَابِتٌ وَحُمَيْدٌ وَإِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَشُعَيْبٌ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

   Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaza’ah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Az Zuhri dari Sa’id bin Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpi seorang mukmin adalah bagian dari enam atau empat puluh enam bagian kenabian.” Dan hadits ini diriwayatkan oleh Tsabit, Humaid, Ishaq bin Abdullah dan Syu’aib dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR Bukhari)

   Dan saya berharap sekali mimpi itu simulasi yang Insya Allah akan menjadi kenyataan suatu saat nanti. Dipertemukan kami sekeluarga di JannahNya.

   Imam Ahmad dan At-Thabrani meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Penghuni surga masuk (ke sana) dalam keadaan masih muda, berkulit putih, berambut ikal, bercelak mata, sebaya dengan anak seusia tiga puluh tiga tahun, bentuk mereka seperti Adam, yaitu setinggi enam puluh hasta dengan lebar tujuh hasta'

Wallahu'alam Bishowab

“Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.


“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”

No comments